Kamis, 04 Oktober 2018

Pembangunan Rumah Korban Gempa Terhenti

Beberapa masyarakat korban gempa di Gampong Sarahmane Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya (Pijay) menyalahkan proses pembangunan rumah sekarang ini berhenti sebab argumen kurangnya jumlahy tukang bangunan yang mengerjakannya. Sekarang, proses pembangunan rumah korban gempa itu juga berhenti pada step pemasangan atap. 

“Setelah penarikan uang step ke-2 serta membelanjakan barang, rumah kami tidak langsung ditangani. Tukang atau pekerja justru berpindah bangun rumah pertolongan di gampong lainnya, ” kata Tgk Azhari didampingi Mahdini yang disebut masyarakat penerima pertolongan rumah.

Sekarang ini, realisasi pembangunan rumah pertolongan di Sarahmane rata-rata telah sampai 70 %. Akan tetapi, penyelesaiannya begitu lambat. Walau sebenarnya wargasangat mengharap dapat selekasnya tempati rumah itu.

Pemicu lambatnya pembuatan rumah pertolongan dui Sarahmane, yakni sebab satu group tukang atau pekerja kerjakan sampai delapan unit rumah bahkan juga lebih. Hingga banyak pembangunan rumah yang telantar. “Rumah saya baru tuntas diplaster, serta telah satu bulan lebih ditelantarkan, ” kata Tgk Azhari.

Baca Juga: toren air

Keuchik Sarahmane, Khairuddin, membetulkan keadaan ini serta minta pihak BPBD turun ke Sarahmane untuk mengevaluasi lihat progres pembuatan serta masalah yang dihadapi. “Kalau cuma memercayakan satu tukang untuk bangun delapan rumah, kapan pembangunan rumah masyarakat ini dapat tuntas, ” bertanya Khairuddin.

Baca Juga: pompa air terbaik  

Kepala Pelaksana BPBD Pijay, HM Nasir SPd, mengatakan masalah tukang serta kurangnya pekerja itu, bukan kewenangan BPBD untuk mengurusinya.

Artikel Terkait: grass block paving 

“Itu seutuhnya masalah kolompok penduduk (Pokmas) , sebab penduduk sendiri yang membuat Pokmas sebelum pekerjaan dikerjakan. Terkecuali, bila ada masalah dari sisi dana, itu baru jadi masalah BPBD, ” katanya.

Ia cuma mengharap Pokmas yang sudah dibuat betul-betul menjalankan pekerjaannya serta mencari jalan keluar atas terbatasnya tukang serta pekerja, untuk percepat proses pembangunan rumah untuk korban gempa Pijay. Sesaat pihaknya akan jamin jika pencairan dana untuk pembangunan rumah itu tidak terganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar